Print this page

Revitalisasi Desa Wisata Talanganau melalui Tanaman Enau

Lima Puluh Kota-Guna meningkatkan potensi ekonomi dan wisata lokal, Unand menggulirkan skema program kemitraan masyarakat membantu nagari membangun (PKM-MNM) budidaya pohon enau dan industri gula aren.

Program ini fokus pada pengembangan budidaya pohon enau (Arenga pinnata) dan industri pengolahan gula aren salah satu daya tarik utama wisatawan, serta sumber ekonomi berkelanjutan masyarakat setempat. 

Program ini dipusatkan di Nagari Talang Anau salah satu desa wisata yang memiliki potensi besar, terutama dari sektor pertanian dan kerajinan lokal.

Nagari ini memiliki keunggulan dalam pengembangan komoditas pertanian, salah satunya pohon enau yang telah lama dibudidayakan masyarakat. Pohon enau dikenal penghasil bahan baku gula aren, salah satu produk lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

"Program ini mencakup pelatihan terkait teknik pengolahan nira menjadi gula aren berkualitas tinggi. Mulai, proses penyadapan nira, pemurnian, hingga teknik pengemasan yang memenuhi standar pasar. Dengan peningkatan kualitas produk, diharapkan gula aren dari Nagari Talanganau dapat bersaing di pasar lebih luas, baik nasional maupun internasional," ujar Ketua Tim Unand Muhammad Parikesit Wisnubroto SP MSc dengan narasumber Prof Aswaldi Anwar (dosen Fakultas Pertanian). 

Tim dosen yang terlibat meliputi Ilham Havifi MIKom, dan Lusi Puspika Sari SIP MIP dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Muhammad Iqbal Abdi Lubis STP MP dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, serta Dr Kiki Yulianto STP MP dari Departemen Teknik Industri Pertanian. Turut didukung tim mahasiswa terdiri atas Oktavia Rivandi, Muhammad Adib, Reihan Silvadriyanto, dan M Aqif Rafiuddin. 

Prof Aswaldi Anwar memaparkan cara pengelolaan pohon enau mulai pembibitan awal, hingga menjadi gula aren. Dr Kiki Yulianto menjelaskan potensi besar Nagari Talanganau dalam mendirikan industri gula aren.

Beliau juga menyampaikan pentingnya peran Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) guna mendukung program ini. Tim juga mengunjungi rumah Idel, 45,  petani anau, kebetulan beliau sedang memproses air niro menjadi gula aren lewat proses tradisional.

“Air ini saya ambil sendiri pada pagi dan sore hari dan diolah sendiri dirumah saya sampai menjadi gula aren,” ujar Idel.

Tim terlibat melakukan diskusi bersama masyarakat. Diawali pemaparan peran pascapanen pada produk turunan nira enau yang disampaikan Muhammad Iqbal Abdi Lubis STP MP (dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) dan diakhiri sesi diskusi bersama petani.

"Lingkup pascapanen yang menjadi concern pembahasan adalah penerapan packaging untuk memperpanjang umur simpan, mempertahankan mutu, hingga meningkatkan nilai jual dari gula enau," jelas dia. 

Dia juga mengungkapkan bahwa sinergitas BUMNag dan Tim Unand untuk membantu merealisasikan segala proses pascapanen. Sedangkan Ilham Havifi MIKom memaparkan soal branding produk dari Nagari Talanganau.

Meliputi, branding produk, strategi pemasaran, dan pengembangan daya jual produk. Materi ini menekankan pentingnya membangun identitas unik untuk produk gula aren Nagari Talanganau

Sebagai bentuk dukungan langsung, tim pengabdian memberikan bibit pohon enau dan pupuk kepada masyarakat. Parikesit menjelaskan secara detail teknik penanaman bibit enau yang telah diberikan.

Lewat pelatihan dan bantuan bibit, serta pupuk ini, diharapkan masyarakat dapat segera merealisasikan program budidaya pohon enau. Unand berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri gula aren di Nagari Talanganau.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan potensi ekonomi dan wisata lokal, serta mendorong pengembangan industri gula aren berkelanjutan. (r)

Read 8 times